.

.
Headlines News :
Home » , » Skandal Homoseksual Sang Bupati

Skandal Homoseksual Sang Bupati

Written By Unknown on Selasa, 23 Juli 2013 | 09.06


Drs. Achmad, M.Si/ Bupati Rokan Hulu
Perilaku Sex menyimpang Bupati Rokan Hulu Drs. Achmad, M.Si Menjadi Perbincangan Banyak Kalangan

Heboh, menjadi perbincangan dari mulut-kemulut dan senter diberitakan disejumlah surat kabar lokal di Riau terkait skandal sex/penyimpangan sex yang diduga melibatkan
Bupati Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Drs. H. Achmad, M.Si .
Bupati Rokan hulu belakangan ini tengah mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan di Provinsi Riau dan tokoh agama pusat, akibat berita perilaku homoseksualnya. Bupati Rokan Hulu (Rohul) yang hendak mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau dalam Pemilukada Provinsi Riau september 2013 mendatang itu dinilai telah cacat moral dengan perilaku seks menyimpangnya.
Sebagaimana dilansir oleh situs
www.klikpolitik.com dan juga pernah dimuat surat kabar lokal di Riau 'TIRAI-investigatif' dikatakan bahwa beberapa saksi mata pernah memergoki perilaku seks menyimpang Bupati tersebut. Termasuk beberapa oknum wartawan yang biasa bertugas di lingkungan Pemda Rokan Hulu.
"Awalnya saya tidak begitu percaya dengan gosip yang beredar selama ini. Namun saya mulai yakin, ketika wawancara khusus dengan dia (Achmad). Dia suka pegang-pegang saya," kata sejumlah oknum wartawan di Pemda Rokan Hulu, Kamis (9/5/2013).
Pernyataan senada juga disampaikan mantan Sekretaris Dewan DPRD Riau, Akmal JS. Menurutnya penyimpangan seksual yang dilakukan Bupati tersebut sudah cukup lama. Ia mengetahui Achmad seorang homoseks waktu Bupati tersebut kuliah di IPDN, sekitar tahun 1989. "Waktu itu ia (Achmad-red) pacaran dengan salah satu siswa IPDN juga. Saya pernah memergoki dia berciuman dengan pasangan homonya," ungkap Akmal.
Perilaku menyimpang Achmad tersebut berlanjut sampai saat ini. Hampir sebagian besar pejabat di lingkungan Pemda Provinsi Riau dan Pemda Rohul, tahu persis penyakit Achmad tersebut. Tak sedikit di antara para staff Rokan Hulu yang telah menjadi korbannya.
"Mereka biasanya diiming-imingi jabatan sebagai barter dan hampir setiap malam, ada saja pejabat dan staff Pemda Rokan yang dipanggil ke rumahnya, " tambah Akmal.
Hal senada juga disampaikan mantan staff Achmad, Gusmansyah. Menurut Gusmansyah, istri Achmad, Magdalifni serta mantan Wakil Bupati Rokan Hulu periode 2006-2011 Sukiman, juga mengetahui perilaku Achmad tersebut. Bahkan Sukirman merupakan salah satu korban Achmad.
"Semasa menjadi Wakil Bupati, Sukirman pernah digauli Achmad juga. Ia (Sukirman) sempat ditulari perilaku menyimpang tersebut oleh Achmad," ungkap Gusmansyah.
Sedangkan berdasarkan hasil investigasi beberapa media lokal di Rokan Hulu, Achmad biasanya melakukan perbuatan tak bermoral dan menyimpang tersebut di rumahnya. Ia kerap memanggil staff dan pejabat yang dia minati, pada malam hari (di atas jam 21.00 WIB – dini hari).
Mereka biasanya melakukan perbuatan tidak bermoral tersebut di dalam kamar Achmad. "Kamar pribadi Achmad terbagai menjadi dua ruangan. Ruangan pertama digunakan untuk menyalurkan hasrat terkutuknya itu. Sedangkan ruangan kedua ditempati oleh istrinya. Jadi di dalam kamar ada kamar," ujar RH, salah satu wartawan media lokal di Rohul.
Sementara itu, beberapa warga Desa Bangun Purba,Rohul mengaku, telah mendengar cukup lama tentang kabar Bupati Achmad yang homoseksual. Tak sedikit di antara mereka yang penasaran dan meminta sang Bupati berterus terang. Pasalnya, selama ini Achmad selalu membungkus penampilanya sebagai orang yang agamis.
"Saya memang sering mendengar Bupati Rokan Hulu disebut-sebut homoseksual. Terus terang ini mengganggu juga. Sebaiknya Achmad mengklarifikasinya. Kita tak mau dipimpin oleh orang yang munafik. Lain penampilan lain pula kelakukannya," ujar Anto salah seorang warga Desa Bangun Purba.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang warga Desa Pasir pangairan, Ridwan. Menurutnya, memang ada tanda-tanda tidak beres dari sikap Achmad selama memimpin Rokan Hulu. Hal ini terlihat dalam memilih para pejabat dan ajudan.
"Kalau dilihat-lihat pejabat yang dipilih umumnya punya penampilan yang cukup gagah, apa lagi ajudannya," katanya.
Ridwan berharap, kabar yang telah menjadi rahasia umum tersebut benar-benar diungkap, agar tidak menjadi bala atau malapetaka bagi Rokan Hulu. Para pemuka agamanya hendaknya bersikap objektif dalam menyikapi masalah ini, agar masyarakat tidak menjadikan orang yang tidak bermoral sebagai imam dan pemimpin.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyatakan haram hukumnya umat Islam memilih pemimpin yang memiliki kelainan seksual seperti itu. "Pilihlah pemimpin yang baik akhlak dan bermoral. Jangan yang suka maksiat, apa lagi memiliki perilaku seks menyimpang," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, Prof. DR. Hasanuddin AF.
Lebih lanjut Hasanuddin menjelaskan, jangan sampai peristiwa di masa Nabi Luth as, terulang lagi. "Di zaman Luth as, banyak masyarakat yang menyukai sesama jenis atau homo. Allah SWT telah memperingatkan mereka melalui nabi Luth, tapi mereka membangkang. Mereka akhirnya dimusnahkan Allah dengan gempa dahsyat yang menghancurkan Kota Sodhom," tambah Hasanuddin.
Sedangkan Achmad sendiri tidak mau menanggapi tentang issue homo yang menerpanya itu. "Saya tak mau mengomentari," katanya kepada media lokal Riau.
Begitu juga dengan kabag humas pemda rohul Irwandi, saat dikonfirmasi Radar Riau sama sekali tidak memberikan respon, di kirim SMS konfirmasi juga tidak membalas.***(Sumber : Koran Radar Riau)
Share this post :

Posting Komentar

 
by : Fen 2013 | email: redaksipanoramapagi@gmail.com | Redaksi
Copyright © 2011. Panorama Pagi - Sukseskan Pemilu 2014
BL Panorama Pagi by Login
To AMOI