.

.
Headlines News :
<> Panorama Pagi media online terdepan, akurat, dan terpercaya<> <> Panorama Pagi menerima sumbangan tulisan dari pembaca berupa berita, artikel opini, esai sastra-budaya, cerpen, piatures, dan puisi. Kirim ke email Redaksi Panorama Pagi. Alamat Redaksi: Jl. Giliraja I No.29 Perumnas Giling, Pamolokan, Sumenep <> Catatan Em Saidi Dahlan : 'Kartu' <> <> Panorama Pagi merupakan media online yang memfokuskan pada kajian sosial, pendidikan seni dan sastra budaya <> <>

Em Saidi Dahlan

Peduli Bencana Jember, Arumi Bachsin Serahkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Banjir

JEMBER,  Banjir yang melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Jember beberapa waktu lalu mendapat perhatian Arumi Bachsin. Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu secara khusus mendatangi warga dengan menyerahkan bantuan di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo dan Dusun Ungkalan, Desa Sumberejo, Kecamatan, Ambulu, Kab. Jember, Kamis, (28/1).

Dalam kunjungan kerjanya, Arumi juga menggandeng para relawan dan komunitas off road. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako berisi beras, minyak, gula dan makanan olahan. Termasuk membagikan perlengkapan bayi berupa pampres dan masker kepada warga yang terkena banjir susulan.

Arumi juga berkesempatan memberi beberapa wejangan kepada para ibu untuk lebih menjaga kesehatan bayi maupun balitanya dan meningkatkan disiplin protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19. Terlebih, adanya penyakit susulan yang menyerang anak anak pasca banjir.

"Yang dikhawatirkan dari pasca bencana banjir ini adalah penyakit susulan yang menyerang anak-anak seperti diare atau virus gatal-gatal," terangnya.

Untuk itu, sebut Arumi, peran posyandu dirasa sangat penting. Yakni untuk menjaga keseimbangan gizi dan kesehatan anak pasca banjir.

"Allhamdulillah disini ada Puskesmas atau Posyandu keliling yang sangat membantu masyarakat memberikan dukungan maupun layanan kesehatan. Terutama kepada anak-anak kita," terangnya.

Tak hanya itu, perempuan, anak-anak, dan para lanjut usia (Lansia) dinilainya paling rentan terganggu kesehatannya kala terjadi bencana alam. Apalagi, saat ini juga sedang dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Kunjungan kali ini saya ingin memastikan ada tidaknya layanan kesehatan di daerah bencana dan diperlukan langkah antisipasi mencegah munculnya penyakit susulan yang menyertai pasca musibah alam," imbuhnya.(*).


Panglima TNI Cek Kesiapan Yonif Para Raider 501/BY di Madiun

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Pangkogabwilhan III Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dan Kaskostrad Mayjen TNI Ainurrahman mengecek kesiapan Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha (Yonif Para Raider 501/BY) di Madiun, Jawa Timur, Kamis (28/1/2021).

 

Sebanyak 450 prajurit Yonif Para Raider 501/BY yang akan bergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI-PNG dan akan melaksanakan tugas selama 9 bulan di wilayah Intan Jaya, Papua, dipimpin oleh Danyonif Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya selaku Dansatgas menggantikan Yonif Raider 400/BR yang berakhir masa tugasnya.

 

Dalam arahannya, Panglima TNI mengatakan bahwa penugasan di wilayah Papua adalah penugasan yang benar-benar membanggakan karena di situlah penugasan yang menguji kesiapan dan kemampuan prajurit, dihadapkan dengan situasi cuaca dan medan.

 

"Saya mendengar bahwa 2/3 dari Batalyon 501/BY sudah pernah bertugas di sana, oleh sebab itu dengan bekal latihan pratugas, perlengkapan yang dibutuhkan termasuk dukungan-dukungan lain yang sesuai dengan peruntukannya, saya yakin penugasan ini bisa dilaksanakan dengan baik. Cakra......." Seruan Panglima TNI seraya memompa semangat prajurit Cakra.

 

Lebih lanjut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa di daerah penugas laksanakan tugas sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Tingkatkan kesiagaan dan patroli pengamanan sehingga tidak menganggap rutin setiap kegiatan.

 

"Batalyon Infanteri Para Raider 501/BY sebagai Satgas mobile laksanakan tugas dengan baik dibawah Panji sang Merah Putih dan panji Batalyon., selamat bertugas," ujar Panglima TNI.

 

Turut serta dalam kunjungan tersebut diantaranya Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang, S.I.P., Aslog Panglima TNI Marsda TNI Dento Priyono, Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P., Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS., M.H., Koorsahli Kasau Marsda TNI Wisnu Nugroho, S.E., M.M., M.Si.(Han), Asops Kasad Mayjen TNI H. Surawahadi, S.I.P., M.Si., Asops Kasau Marsda TNI Dr. Umar Sugeng Hariyono, S.I.P., S.E., M.M. dan Kababinkum TNI Laksda TNI Anwar Saadi, S.H.

 

Samsul Anam, "Tiga Ranperda Yang Belum Tuntas, Kita Evaluasi Bersama Eksekutif,"


TRENGGALEK,

Akibat banyaknya permasalahan yang harus diselesaikan secara cepat oleh pihak legislatif maupun eksekutif di tahun lalu, akhirnya sempat menyisakan sejumlah pekerjaan tertunda dalam penyelesaian. Setidaknya ada tiga rancangan peraturan daerah (ranperda) yang belum tuntas tahun 2020 kemarin. Terkait itu, DPRD Kabupaten Trenggalek mengajak mitra kerja yakni jajaran eksekutif untuk melakukan evaluasi bersama. 

Ditemui beritalima.com disela kesibukannya, Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam mengatakan jika dalam rapat kerja evaluasi kali ini pihaknya fokus pada upaya mengurai beberapa permasalahan yang jadi kendala penyelesaian Ranperda tahun lalu. 
"Ada sejumlah item yang jadi sorotan dalam evaluasi kali ini, seperti tumpang tindihnya beberapa klausul hukum saat penyusunan ranperda," sebutnya, Kamis (28/1/2021).

Menurut Samsul, dari permasalahan-permasalahan yang ada pada tiga ranperda tersebut diteliti secara rinci agar tau hambatan substansialnya. Dari situ, tim penyusun baik legislatif ataupun eksekutif akan segera menganalisa untuk menemukan solusi.

" Evaluasi tiga ranperda ini sebenarnya untuk melihat permasalahan apa yang menjadi kendala, sehingga tidak bisa terselesaikan di tahun kemarin," imbuhnya.

Untuk ketiga ranperda itu (yang belum terselesaikan) diantaranya adalah, ranperda tentang penyertaan modal pada PT Z, ranperda pendirian persero tentang PDAU perintah undang-undang dan penggabungan BPR dan BPS. Namun begitu, patut disyukuri bahwa hasil dari rapat kerja telah menunjukan peningkatan baik.

"Alhamdulillah, kita patut bersyukur pada hasil evaluasi yang telah menunjukkan perkembangan cukup baik. Benang merah dari tiga ranperda ini sudah ketemu," ucap Samsul Anam.

Ditambahkan salah satu politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, usai ini selanjutnya anggota DPRD akan membentuk tim kecil guna mengurai simpul-simpul permasalahan yang ada secara lebih terperinci. Hal tersebut dilakukan agar persoalan yang mengganjal bisa segera terselesaikan secara tuntas.

"Ketika tim kecil sudah terbentuk, kami ber harap akan ada komunikasi yang lebih intensif sehingga bisa menggali lebih dalam terkait permasalahan pada ranperda dimaksud," imbaunya.

Ketua DPRD (Samsul Anam) pun menguraikan, seperti halnya yang terjadi pada ranperda tentang PDAU. Sebenarnya masih banyak ragu dan yang belum yakin dengan penyusunan drafnya (ranperda), "Keraguan lebih kepada sudah sesuai ataukah belum dengan hukum yang berlaku," timpal Samsul.

Selain itu, lanjutnya, untuk pelaksanaan pendirian dan penyertaan modal pada ranperda tersebut juga masih dalam perdebatan. Sehingga, perlu langkah cermat dan koordinasi yang baik antar pihak dalam penyusunannya kembali.

"Semua unsur pimpinan mendorong agar tiga ranperda ini segera terselesaikan. Mulai pimpinan di eksekutif, pansus hingga pimpinan DPRD, semua akan terus mendukung dalam upaya mencarikan solusi terbaik," tandasnya. (her)

Beredar rumor: model pro terbaru dari realme Watch S benar Worth it, mari buktikan

Jakarta, 22 Januari 2021 – Sesuai dengan komitmennya menjadi No 1 AIoT Choice, realme baru saja mengonfirmasi kehadiran realme Watch S Pro di Indonesia dan akan segera diluncurkan secara resmi pada tanggal 26 Januari. Smartwatch high-end pertama yang masuk ke dalam seri realme Watch ini hadir dengan sebutan "Pro Style, Pro Sport". Lantas, seberapa stylish dan sporty jam tangan pintar ini? Mari kita unbox bersama. Dalam kotak penjualan realme Watch S Pro, pengguna akan mendapatkan unit smartwatch dengan strap silikon, magnetic dock charger dengan kabel USB type-A, panduan cepat, dan kartu garansi. Saat diambil dari kotaknya, sisi Pro Style dari realme Watch S Pro akan langsung terlihat oleh pengguna. realme Watch S Pro dibekali layar sentuh AMOLED seluas 1,39"(3,5cm) dengan Always-On Display (AOD), bahan jam tangan yang terbuat dari stainless steel, 100+ watch faces yang trendi, dan lebih banyak pilihan strap yang aman di kulit dan dapat dibeli secara terpisah. Sebagai smartwatch kelas atas, realme menyematkan layar AMOLED yang cukup luas untuk memberikan sentuhan baru. Dengan auto brightness display, realme Watch S Pro dapat menampilkan semua konten dengan warna yang lebih hidup dan tampilan visual yang nyata dalam berbagai kondisi cahaya. Penggunaan material stainless steel pada realme Watch S Pro yang cukup terkenal akan memberikan daya tahan yang lebih baik dan menampilkan tampilan yang lebih premium. 100+ watch faces dan lebih banyak pilihan strap membuat realme Watch S Pro bisa menjadi pendamping terbaik untuk mendukung penampilan fashion pengguna di berbagai kesempatan. Bagi Anda yang ingin tampil lebih kasual atau menggunakan jam tangan ini ketika berolahraga, Anda bisa mengenakan strap silikon yang tersedia dalam 4 pilihan warna. Dan, untuk menampilkan kesan tampilan yang lebih formal, Anda bisa menggunakan leather strap berbahan kulit vegan yang tersedia dalam 3 pilihan warna. Bagi pengguna yang gemar berolahraga, sisi Pro Sport di realme Watch S Pro juga mampu menjadi pelatih pribadi yang sempurna untuk melakukan olahraga sehari-hari. Salah satu peningkatan utama dari realme Watch S Pro adalah ketahanannya terhadap air, yang kini sudah tahan air 5ATM, atau secara sederhananya dapat digunakan di kedalaman air hingga 50 meter. Fitur ini juga didukung oleh tambahan Swimming Mode yang akan pengguna temukan pada mode olahraga. Sekarang pengguna dapat melacak semua aktivitas olahraga luar ruangan mereka dengan presisi dan konsistensi yang lebih tepat, serta akurasi yang lebih tinggi berkat Dual-Satellite GPS di realme Watch S Pro. Berdasarkan fitur utama yang dibawanya, slogan "Pro Style, Pro Sport" sangat cocok untuk realme Watch S Pro. Pro Style cocok untuk pengguna yang ingin tampil trendi di setiap kesempatan. Sementara, Pro Sport cocok untuk pengguna yang ingin lebih disiplin dalam menjalani hidup sehat. Jadi, fitur apa yang paling Anda suka? Apakah Anda Team #ProStyle atau Team #ProSport? realme Watch S Pro akan diluncurkan pada Selasa, 26 Januari 2021 dengan tema besar bertajuk “Pro Style, Pro Sport” pukul 13.00 WIB melalui siaran langsung dari channel YouTube realme Indonesia, Twitter, Instagram, Facebook dan realme.com. Catat tanggalnya sekarang, nantikan peluncurannya dan pantau terus akun Instagram @realmeindonesia atau kunjungi realme.com/id untuk informasi lebih lanjut tentang peluncuran realme Watch S Pro. (###)

Sambangi Asrama Pasien Covid-19 di Trenggalek, Wagub Emil Pesan Minimalisir Sebarannya

TRENGGALEK,  Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berkesempatan mengunjungi asrama yang digunakan untuk isolasi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek. Dirinya menanggapi positif hal tersebut karena isolasi yang dilakukan dalam pantauan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 setempat sangat berdampak pada kepatuhan isolasi bagi pasien Covid-19.

"Jadi sebenarnya ini sangat disarankan," kata Wagub Emil usai mengunjungi Asrama Covid-19 di Jl. Brigjen Sutran No. 1 Kab. Trenggalek, Sabtu (23/1) siang.   

Wagub Jatim yang akrab disapa Emil ini menyebutkan, bahwa salah satu isu yang dikawatirkan oleh tokoh masyarakat (Tomas) maupun aparat adalah kepatuhan isolasi mandiri (Isoman). Karena, ketersediaan fasilitas asrama bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Gedung milik BKD Kab. Trenggalek ini bisa menjadi jawaban atas kekhawatiran yang timbul di masyarakat.

Selain itu, menurut Emil, isolasi yang dilakukan di fasilitas yang disediakan oleh Pemda setempat akan berdampak positif juga bagi para pasien. Selain karena asupan gizi yang cukup, rutinitas dan perkembangan kesehatan mereka juga terpantau.

"Sebenarnya isolasi yang difasilitasi di asrama seperti ini, programnya terstruktur, nutrisinya kemudian juga rutinitas dan juga perkembangan kesehatan masing-masing juga dipantau," sebutnya.

Emil Dardak menyarankan kepada Pemkab Trenggalek dan Satgas Covid-19 setempat untuk bisa mempertimbangkan agar pasien Covid-19 dengan CT rendah tanpa gejala klinis bisa dialihkan ke asrama tersebut. Sementara untuk yang CT nya masih tinggi bisa mendapatkan perawatan di RSUD Soedomo sebagai RS Rujukan Covid-19 di Kab. Trenggalek.

"Inilah sebabnya strategi yang dilakukan ini mudah-mudahan bisa meminimalisir penyebaran yang terjadi akibat kelengahan dalam pelaksanaan isolasi mandiri," jelasnya.

Wagub Jatim yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini juga mengimbau agar masyarakat tidak lagi memberikan stigma negatif bagi para penyintas Covid-19. Karena Ia berpendapat, Covid-19 bukanlah aib dan siapapun bisa terpapar tanpa memandang latar belakang seseorang.

"Kita sudah lewat masanya stigma, jangan lagi kita mengasumsikan orang yang kena Covid itu A B C, karena kepada siapapun bisa kena, ya siapapun bisa kena Covid," imbaunya.

Sebelumnya, Wagub Emil juga meninjau RSUD dr. Soedomo yang menjadi RS Rujukan Covid-19 di Kabupaten Trenggalek. Disana dirinya mengecek pelaksanaan pelayanan bagi pasien Covid-19, dan ketersediaan tempat tidur. Selain itu ia juga meninjau Gedung Swab dan PCR yang dimiliki RSUD tersebut. (*)



Temui Toga dan Tomas Kab. Trenggalek, Wagub Emil Pesankan untuk Ikut Tangani Pandemi Covid-19

TRENGGALEK,   Untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Kabupaten Trenggalek, mewakili Gubernur Jatim khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak melakukan pertemuan dengan para Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) Kab. Trenggalek di Pendopo kabupaten setempat, Sabtu (23/1) siang.

Pertemuan yang juga dilakukan bersama jajaran Forkopimda Kab. Trenggalek itu untuk mendapat masukan dan pandangan dalam mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di Kab. Trenggalek. Termasuk untuk ikut menangani persoalan lonjakan pandemi Covid-19 di wilayah setempat. Apalagi, Kota Turonggo Yakso itu masuk pada zona merah.

"Kita mencoba menutup area yang dinilai riskan. Ini situasi yang dihadapi bersama. Minta masukan dan pandangan apa yang bisa dilakukan untuk merubah. Tujuannya untuk bisa mengurangi kasus-kasus yang ada," ujar Wagub Emil Dardak.

Dirinya menyampaikan, kehadirannya untuk bertemu para Toga dan Tomas serta Forkopimda Kab. Trenggalek ingin mendengar respon masyarakat. Pasalnya, banyak orang mendengar bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu sama.

"Masyarakat khawatir. Bayangannya itu aktivitas stop. Padahal tidak. Kita ini sedang mencari keseimbangan sebenarnya. Pandemi masih ada, vaksinasi membawa harapan, tapi masih ada masa untuk kita berproses. Maka jangan sampai kewaspadaan ini hilang," terangnya.

Dibandingkan data 19 Nopember 2020 lalu, Emil menjelaskan, kasus angka tambahan harian meningkat. Dirinya mencontohkan, kasus di Jatim agregatnya sempat mencapai 300 kasus menjadi 900 hingga 1.000 kasus perharinya. Itu naik sampai menjelang akhir tahun.

"Tapi di PPKM ini trennya melandai. Melandai ini bukan berarti tidak ada kasus baru. Angka hariannya itu bisa dikisaran itu," jelasnya.

Apakah posisi tersebut harus berhenti ? Wagub Emil pun menegaskan bukan. Artinya, masyarakat harus menjaga keseimbangan tersebut.

"Makanya PPKM ini bukan berarti stop. Tapi PPKM ini mencari keseimbangan kapasitas yang bisa menekan peningkatan angka harian. Syukur-syukur habis ini turun. Karena yang kita khawatir adalah tempat tidur di rumah sakit (RS) mulai penuh. Ini juga permintaan APD untuk tenaga kesehatan (nakes) mulai lembur untuk menangani Covid-19," urainya

"Dan kita sedih sekali kalau ada yang katanya kesulitan mencari tempat dan sampai meninggal walapun sejauh ini tim kuratif gugus tugas penanganan Covid-19 Prov Jatim yang diketuai dr. Joni dan rekan-rekan semua terus berjuang memenuhi kebutuhan penanganan pasien Covid-19 di Jatim," tambahnya.

Sementara menanggapi persoalan evaluasi aktivitas PPKM, pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek itu menjelaskan, bahwa kabupaten/kota yang berada di wilayah Mataraman saat ini kasusnya naik. Kondisi zona merah terjadi di wilayah tersebut. Dirinya berharap ada perhatian khusus.

"Nah ini perlu area perhatian kita bersama, khususnya di wilayah Mataraman. Yakni di Blitar, Ponorogo ini kasusnya tinggi-tinggi. Jadi sabuk Mataraman ini lagi perlu perhatian ekstra," terangnya.

Untuk itu, target pertama wilayah Mataraman diharapkan bisa melandai terlebih dulu. Setelah itu, target selanjutnya diharapkan bisa turun.

"Jadi tentu akan kita melaporkan apa yang kami dengar bahwa keputusan tempat wisata ditutup, mudah-mudahn kita bisa melalui ini dengan baik. Sehingga kasus Covid-19 ini tidak melonjak," jelasnya.

Sementara soal perpanjangan masa PPKM yang hampir selesai, Wagub Emil menjelaskan, bahwa yang lebih penting adalah hal kewaspadaan masih harus berlanjut.

"Karena apa ? karena PPKM ini berbeda dengan PSBB. Kalau PSBB itu sama sekali tidak ada aktivitas, hampir. Toko atau penjual barang-barang esensial masih diijinkan berjualan. Tapi PPKM bukan sektornya yang dilarang, tapi jamnya dibatasi, pabrik masih boleh beroperasi," terangnya.

Emil pun mengingatkan bahwa selain PPKM, masih terdapat Perda yang mengatur tentang protokol kesehatan (Prokes). Lalu Pergub juga mengatur soal Prokes dan sanksinya. Termasuk PPKM merupakan tambahan syarat yang ditetapkan pemerintah pusat untuk membatasi work from home (WFH).

"Yakni hanya 25 persen yang bekerja di kantor. Lalu membatasi pusat perbelanjaan hanya bisa sampai jam 8 malam. Membatasi kapasitas makan di tempat sampai 25 persen. Dan tentunya yang lainnya relatif sama. Rumah ibadah 50 persen. Tatap muka ditiadakan. Jadi relatif tetap sama," jelasnya.(*)

Sapa Warga Malang, Wagub Jatim Shalat Jumat Bersama Sambil Sosialisasi PPKM

KOTA MALANG,   Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyapa sembari melakukan Sholat Jumat bersama warga Malang di Masjid Agung Jami' Kota Malang pada Jumat (22/1) siang.

 

Tak hanya melaksanakan Sholat Jumat, dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil juga melakukan sosialisasi terkait PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang oleh pemerintah pusat diperpanjang selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.

 

Dengan diperpanjangnya PPKM Jawa-Bali, Wagub Emil berpesan kepada masyarakat untuk tidak menyalahartikannya. Dirinya menekankan bahwa PPKM bukan mematikan atau menghambat perekonomian. Namun menjadi titik tengah dalam permasalahan kesehatan dan perekonomian.

 

"Jadi melalui PPKM ini semangat kita bukan mematikan (ekonomi) melainkan sebagai titik tengah," ungkap Wagub Emil kepada awak media seusai melaksanakan Sholat Jumat bersama.

 

Emil juga mengingatkan bahwa  selama ini sebenarnya di Jawa Timur sudan melakukan berbagai pembatasan kegiatan yang telah diatur dalam Pergub maupun Perwali/Perkab. Seperti sekolah secara daring, kapasitas tempat ibadah yang hanya 50 %. Jadi spesifikasi yang ada di SE Mendagri tidak jauh beda dengan di daerah. Jika sebelumnya work from home (WFH) ditetapkan sebesar 50 %, maka sekarang 75 %.

 

"Jangan sampai kita berasumsi bahwa yang kita lakukan ini karena ada PPKM, jika tidak ada PPKM kita santai. Tidak bisa begitu. Harus benar-benar waspada sampai kita terbebas dari pandemi ini," imbuhnya.

 

Sementara itu, diluar hal-hal yang ditetapkan dalam SK Mendagri, Wagub Emil menyampaikan bahwa setiap kepala daerah memiliki ruang sendiri untuk memodifikasi item-item yang rawan diluar SE Mendagri.

 

Segala pembatasan ini, sebut Wagub Emil, sebagai ikhtiar bersama untuk menurunkan angka konfirmasi positif Covid-19 yang tercatat mengalami peningkatan sejak November 2020 lalu.

 

"Tujuannya tren ini bukan hanya melandai tapi bisa turun, seiring juga dengan vaksinasi," tegas Emil Dardak.

 

Selain fokus pada sosialisasi PPKM, Wagub Emil juga mengapresiasi langkah Pemkot Malang melalui Masjid Tangguhnya. Diharapkan, Kota Malang bisa terus menurunkan angka kasus positif Covid-19 dan bisa menjadi inspirasi daerah lainnya.

 

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji yang turut hadir mendampingi Wagub Emil menyampaikan bahwa Program Masjid Tangguh tak hanya menitik beratkan pada pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes), melainkan juga pada nilai dakwah.

 

"Tujuan Masjid Tangguh adalah bukan hanya jemaah datang lalu taat protokol kesehatan, tapi juga bisa memviralkan kepada yang lain bahwa virus Covid-19 ini belum selesai," jelas Sutiaji.

 

Dirinya berharap, keberadaan Masjid Tangguh bisa memberikan contoh bagi masjid-masjid lainnya. Karena, persoalan Covid-19 ini tanggung jawab bersama.(*)


 
by : Fen 2013 | email: redaksipanoramapagi@gmail.com | Redaksi
Copyright © 2011. Panorama Pagi - Sukseskan Pemilu 2014
BL Panorama Pagi by Login
To AMOI